MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI TELINGA
Disusun oleh kelompok : 1. Ayu wibowo 2. Farid novi hasan untari 3. Fawait eko P 4. Ilhamiyah 5. Kunti utari 6. M. Syukron Jazilah 7. Mega suwari 8. Ridho 9. Siti fatona zaen 10. Syamsul huda 11. Yusmini AKADEMIK KEPERAWATAN STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO 2011-2012 KATA PENGANTAR Alhamdulillah Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengansegala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya.Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya. Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Genggong, 17 November 2012 Kelompok I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbangan) Anatominya juga sangat rumit .Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar. Deteksiawal dan diagnosis akurat gangguan otologik sanga tpenting. Diantara mereka yang dapat membantu diagnosis dan atau menangani kelainan otologik adalah ahli otolaringologi, pediatrisian, internis, perawat, ahliaudiologi, ahli patologi wicara dan pendidik. Perawat yang terlibat dalam spesialisasiotolaringologi, saat ini dapat raem peroleh sertifikat di bidang keperawatan otorinolaringologi leher dan kepala (CORLN= cerificate in otorhinolaringology-head and neck nursing). Pendengaran adalah persepsi saraf mengenai energy suara. Gelombang suara adalah getaran udara yang merambat dan terdiri dari daerah-daerah bertekanan tinggi karena kompresi (pemampatan) molekul-molekul udara yang berselang seling dengan daerah-daerah bertekanan rendah Karena penjarangan molekul tersebut. (Sherwood, 2001). Sewaktu suatu gelombang suara mengenai jendela oval, tercipta suatu gelombang tekanan di telinga dalam. Gelombang tekanan menyebabkan perpindahan mirip gelombang pada membrane basilaris terhadap membrantektorium. Sewaktu menggesek membranatektorium, sel-selrambut tertekuk.Hal ini menyebabkan terbentuknya potensialaksi. Apabila deformitasnya cukup signifikan, maka saraf-saraf aferen yang bersinap dengan sel-sel rambut akan terang sang untuk melepaskan potensi alaksi dan sinyal disalurkan keotak (Corwin, 2001). BAB I ANATOMI FISIOLOGI PENDENGARAN A. Pengertian Telinga adalah organ pendengaran. Saraf yang melayani indra ini adalah saraf cranial kedelapan atau nerveus auditorius. Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu: 1. Telinga luar 2. Telinga tengah 3. Rongga telinga dalam 1. Telinga luar Terdiri atas aurikel atau pinna, yang pada binatang rendahan berukuran besar serta dapat bergerak dan membantu mengumpulkan gelombang suara, dan meatus auditorius externa yang menjorok kedalam menjahui pinna, serta menghantarkan getaran suara menuju membran timpani. Liang ini berukuran panjang sekitar 2,5cm sepertiga luarnya adalah tulang rawan sementara 2/3 dalamnya berupa tulang. Bagian tulang rawan tidak harus serta bergerak kearah atas dan belakang. Liang ini dapat di luruskan dengan cara mengangkat daun telinga keatas dan kebelakang. Hal ini biasanya dilakukan bila kita hendak menyemprot telinga. Cairan semprotan itu harus diarahkan ke dinding posterior dan dinding atas dari liang telinga. Setelah di semprot dan diperiksa, cairan cairan selebihnya dapat dikibaskan ke luar oleh pasien. Aurikel berbentuk tidak teratur serta terdiri dari tulang rawan dan jaringan fibrus, kecuali pada ujung paling bawah, yaitu cuping telinga, yang terutama terdiri dari lemak. Ada tiga kelompok otot yang terletak pada bagian depan.atas dan belakang telinga,kendati demikian, manusia hanya dapat menggerakkan telinga sedikit sekali, sehingga hamper tidak kelihatan. Gambar 1: irisan telinga, yang memperlihatkan bagian-bagian yang membentuk pendengaran extra, tengah dan dalam. 2. Telinga tengah Telinga tengah atau rongga timpani adalah bilik kecil yang mengandung udara. Rongga itu terletak sebelah dalam membrane timpani atau gendang telinga, yangmemisahkan rongga itu dari meatus auditorius externa. Rongga ini sempit serta memiliki dinding tulang dan dinding membranosa. Sementara pada bagian belakangnya bersambung dengan antrum mastoid dalam prosesus mastoideus pada tulang temporalis, melalui sebuah celah yang disebut aditus. Tuba eustakhius bergerak kedepan dari rongga telinga tengah menuju naso-farinx, lantas terbuka. Dengan demikian tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga dapat diatur seimbang melalui meatus auditoriusexterna, serta melalui tuba eustakhius (faring timpanik). Celah tuba eustakhius akan tertutup jika dalam keadaan biasa , dan akan terbuka setiap kali kita menelan. Dengan demikian tekanan udara dalam ruang timpani di pertahankan tetap seimabang dengan tekanan udara dalam atmosfer, sehingga cedera atau ketulian akibat tidak seimbangnya tekanan udara, dapat dihindarkan. Adanya hubungan dengan nasu¬-farinx ini, memungkinkan infeksi pada hidung atau tenggorokan dapat menjalar masuk ke dalam rongga telinga tengah. Tulang tulang pendengaran adalah tiga tulang kecil yang tersusun pada rongga telinga tengah seperti rantai yang bersambung dari membrana timpani menuju rongga tilinga dalam. Tulang sebelah luar adalah melleus, berbentuk seperti martil dengan gagang yang terkait pada membrane timpani, sementara kepalanya menjulur kedalam ruang timpani. Tulang yang berada di tengah adalah inkus atau landasan, sisi luarnya bersendi dengan melleus, sementara sisi dalamnya bersendi dengan sisi dalam sebuah tulang kecil, yaitu stapes. Stapes atau tulang sangkurdi, yang di kaitkan pada inkus dengan ujungnya yang lebih kecil, sementara dasarnya yang bulat panjang terkait pada membran yang menutup fenestra festibuli, atau tingkap jorong. Rangkaian tulang tulang ini berfungsi untuk mengalirkan getaran suara dari gendang telinga menuju rongga telinga. 3. Ronnga Telinga Dalam Berada dalam bagian os petrosum tulang temporalis. Rongga telinga dalam itu terdiri dari berbagaai rongga yang menyerupai saluran saluran dalam tulang temporis. Rongga rongga itu di sebut labirin tulang, dan dilapisi membrane sehingga membentuk labirin branosa. Saluran saluran bermembran ini mengandung cairan dan ujung ujung akhir saraf pendengaran dan keseimbngan Labirin tulang terdiri drai tiga bagian Vestibula yang merupakan bagian tengah, dan tempat bersambungnya bagian bagian yang lain, ibarat sebuah pintu yang menuju ruang tengah (vestibula) pada sebuah rumah. Saluran setengah lingkarn bersambung dengan vestibula. Ada tiga jenis saluran saluraan itu, yaitu superior, posterior dan lateral. Saluran latral letaknya horisontal, sementara ketiga tiganya saling membuat sudut tegak lurus satu sama lain. Pada salah satu ujung setiap saluran terdapat penebalan yang disebut ampula. (Gerakan cairan yang merangsang ujung ujung ahir saraf khusus dalam ampula inilah yang menyebabkan kita sadar akan kedudukan kita. Bagian telinga dalam ini berfungsi untuk membantu serebelum dalam mengendalikan keseimbangan, serta kesadarn kedudukan tubuh kita). Korlea adalah sebuah tabung berbentuk sepiral yang membelit dirinya laksana sebuah rumah siput. Belitan belitan itu melingkari sebuah sumbu berbentuk kerucut yang memiliki bagian tengah dari tulang, dan di sebut modiulus. Dalam setip belitan ini terdapat slura membranosa yang mengandung ujung ujung saraf pendengaran. Cairan dalam laabirin membranosa disebut eindolimfe, sementara caairan labirin maembranosa dan dalam labirin tulang di sebut perilimfe. Ada dua tingkap dalam ruang melingkar ini. (1) Fenestra vestibuli (yang juga disebut fenestra ovalis, lantaran bentuknya yang bulat panjang) ditutup oleh tulang stapes , (2) Fenesta koklea (yang juga disebut fenestra rotunda, lantaran bentuknya bundar) di tutup oleh sebuah membrane Kedua duanya menghadap ke telinga dalam. Adanya tingkap tingkap ini tulang bertujuan agar getaran dapat di alihkan dari rongga telinga tengah, guna di langsungakan dalam perilimfe (perilimfe adalah cairan yang praktis tidak dapat dipadatkan). Getaran dalm perilimfe dialihkan menuju endolimfe, dan demikian merangsan ujung ujung ahir saraf pendengaran. Nervus Auditorius ( saraf pendengaran ) terdiri dari dua bagian: Salah satu dari padanya pengumpulan sensibilitas dari bagian vestibuler rongga telinga dalam, yang mempunyai hubungan denga keseimbangan. Serabut serabut saraf bergerak menuju neklus vestibularis yang berbeda pada titik pertemuan antara pons dan madula oblongata, lanytas kemudin bergerak terus menuju sereblum. Bagian kokhlearis pada nervus auditorius adalah saraf pendengar sebelumnya. Serabut serabut saarafnya mula mula di pancarkan kepada sebuah neklus khusus ysng bersda tepat di belakang talamus, lantas dari sana di pancarkan lagi menuju pusat penerima ahir dalam kortex otak yang terletak pada bagian bawah lobus. B. FISIOLOGI PENDENGARAN Ditimbulkan oleh getaran atmosfer yang dikenal sebagai gelombang suara dimana keceptan dan volumenya berbeda-beda .Gelombang suara bergerak melaui rongga telinga luar (auris eksterna) yang menyebabakan timpani bergetar, getaran-getaran tesebut di teruskan menuju iknus dan stapes meleus yang terkait pada membran itu. Karena getaran yang timbul pada setiap tulang itu sendiri maka tulang akan memperbesar getaran yang kemudian disalurkan ke fenestra vestibuler menuju perilimfe. Getaran perilimfe dialihkan melalui membran menuju endolimfe dialihkan melalui membran menuju endolimfe dalam saluraan koklea dan rangsangan mencapai ujung ujung akhir saraf dalam rongga korti selanjutnya dihantarka menuju otak.Perasaan pendengaranditafsirkan otak sebagai suara yang enak atau tidak enak, gelombang suara menimbulkan bunyi. a. Tingkatn suara biasa 80-90 desible. b. Tingkatan maksimim kegaduhan 130 desible. Nesus yang tebesar dalam kanalis semi sirkularis menghantarkan impus-implus menuju otak.Implus-implus ini dibangkikan dalam kanal-kanal tadi.Karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam kanal atau saluran-saluran itu. Hal ini mempunyai hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. apabila seseorang di dorong kesalah satu sisi maka kepalanya cenderung miring ke arah lain (berlawanan ke arah badan yang di dorong) guna mempertahankan keseimbangan, berat badan diatur, posisi badan dipertahankan sehingga jatuhnya badan dapat dipertahankan. Perubahan kedudukan cairan dalam salurn semi sirkuler inilah yang merangsang implus, respons badan berupa garak reflek, guna memindahkan berat badan serta mampertahankan kaseimbangan. Nervus auditori mengumpulkan sensibilitas dan bagian vastibuler rongga telinga dalam yang mempunyai hubungan dengan keseimbangan. Serabut serat ini bergerak menuju neklus vestibularis yang barada pada titik pertemuan antara pond dan medula oblongata terus bergerak menuju sereblum. Bagian koklearis pada nervus auditori saraf pendengaran yang sebenarnya, serabut saaraf dipancarkan kesebuah nuklus khusus yang berada dibelakang thalamus,di pancarkan menuju korteks otak yang terletak pada bagian tempolaris. 1. Pendengaran Mendengar adalah kemampuan untuk mendeteksi tekanan vibrasi udara tertentu dan menginterpretasikannya sebagai bunyi. Telinga mengkonversi energi gelombang tekanan menjadi impuls syaraf, dan korteks serebri mengkonversi impuls ini menjadi bunyi . Bunyi memiliki frekuensi, amplitude dan bentuk gelombang. Frekuensi gelombang bunyi adalah kecepatan osilasi gelombang udara per unit waktu. Telinga manusia dapat menangkap frekuensi yang bervariasi dari sekitar 20 sampai 16.000 Hertz (Hz). Satu hertz adalah satu siklus per detik. Bunyi berfrekuensi rendah mempunyai nada rendah . Bunyi berfrekuensi tinggi mempunyai nada tinggi.Suara manusia berkisar dari sekitar 65 Hz sampai sedikit diatas 1000 Hz. Mekanisme frekuensi manusia paling sensitive terhadap suara dengan frekuensi sekitar 1000 Hz. Amplitudo adalah ukuran energi atau intensitas fluktuasi tekanan. Gelombang bunyi dengan amplitude yang berbeda diinterpretasikan sebagai perbedaan dalam kekerasan.Ukuran bunyi dalam decibel (dB); bunyi bisikan sekitar 20 dB. Percakapan tenang sekitar 50 dB. Pabrik yang bising sekitar 100 dB. Bunyi di atas 120 dB menyebabkan nyeri dan pemaparan dalam jangka panjang dapat merusak telinga dan menyebabkan ketulian. 2. Proses pendengaran Ditimbulkan oleh getran aatmosfer yng di kenal sebagai gelombang suara dimna keceptan dan volumenya berbeda-beda . Gelombang suara bergerak melaui rongga telinga luar (auris eksterna) yang menyebabakan timpani bergetar, getaran getaran tesebut di teruskan menuju iknus dan stapes meleus yang terkait pada membran itu . Karna getarn yang timbul pada setiap tulang itu sendri maka tulang akan memperbesar getaran yang kemudina di salurkan ke fenestra vestibuler menuju perilimfe. Getarn perilimfe di alihkan melalui membran menuju endolimfe di alihkan melalui membrane menuju endolimfe dalam saluraan koklea dan rangsangan mencapai ujung ujung ahir saraf dalam rongga korti selanjutnya dihantarka menuju otak. Perasaan pendengaran ditafsirkan otak sebagai suara yang enak atau tidak enak , gelombang suara meni,bulkan bunyi. a. Tingkatan suara biasa 80-90 desible b. Tingkatan maksimum kegaduhan 130 desible. 2. Saraf pendengaran Nervus auditori mengumpulkan sensibilitas dan bagian vastibuler rongga telinga dalam yang mempunyai hubungan denagn keseimbangan, Serabut serat ini bergerak menuju neklus vestibularis yng barada pada titik pertemuan antara pond dab medula oblongata terus bergelak menuju sebelumnya. Bagian kok learis pada nervus auditori saraf pendengaran yang sebenarnya , serabut saaraf di pancarkan ke sebuah nuklus khusus yang berada di belakang thalamus ,dipancarkan menuju korteks otak yang terletak pada bagian tempoleris. C. UKURAN BUNYI Ukuran buyi yang dapat didengar manusia kurang dari 85 dB dan dapat merusak telinga jika lebih dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan membuat hancur gendang telinga. Berdasarkan frekuensi pendengarannya, suara dibagi menjadi: • Infrasound: 0Hz – 20 Hz • Pendengaran manusia: 20Hz – 20 KHz • Ultrasound: 20KHz – 1 GHz • Hypersound: 1GHz – 10 THz Satuan yang digunakan dalam ukuran bunyi yaitu Desibel.Karena perubahan intensitas suara yang sangat luas yang dideteksi dan dibedakan oleh telinga, intensitas suara biasanya dinyatakn sebagai logaritma intensitas sebenarnya.Peningkatan 10 kali energy suara dinamakan 1 bel, dan satu persepuluh bel dinamakan 1 desibel. 1 desibel menggambarkan peningkatan intensitas sebenarnya sebesar 1,26 kali. Alasan lain menggunakan system decibel dalm menyatakan perubahan kekerasan suara adalah bahwa dalam batas intensitas suara yang bisa untuk komunikasi, telinga dapat mendeteksi perubahan intensitas suara kira-kira 1 desibel. Frekuensi pendengaran yang dapat di dengar oleh orang tua, orang muda, sebelum proses penuaan terjadi pada telinga, umumnya dinyatakan antara 30 dan 20.000 siklus per detik. Akan tetapi, batas suara sangat tergantung pada intensitas. Bila intensitas hanya -60 desibel, batas suara adalah 500 sampai 5.000 siklus per detik, tetapi bila intensitas suara adalah -20 desibel, batas frekuensi sekitar 70 sampai 15.000 siklus per detik, dan hanya dengan suara yang kuat dapat dicapai batas lengkap 30 sampai 20.000 siklus per detik. Pada orang tua, batas frekuensi turun dari 50 sampai 8.000 siklus per detik atau kurang. D. TRANSMISI BUNYI DALAM TELINGA LUAR Gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga dan ditransmisikan ke dalam meatus auditorius eksternus. a. membrane tympani Gelombang bunyi menyebabkan vibrasi membrane timpani. Sifat membrane adalah elastic yang tidak memiliki frekuensi alaminya sendiri tetapi mengambil karakteristik vibrasi yang terjadi. Membrana timpani dapat dengan mudah bergetar karena tekanan pada kedua sisinya bersifat atmosferik. Ujung faring tuba eustachius terbuka saat menelan, bersin, dan menguap, dan dengan demikian bila tuba paten,telinga tengah terns terisi dengan udara tekanan atmosfer. Membrana timpani ticlak akan bergetar dengan balk bila tuba tersumbat dan tekanan kedua sisi ticlak sama. Amplitude getaran membrane proporsional dengan intensitas bunyi. Membran sangat teredam, yaitu berhenti bergetar segera setelah bunyi berhenti. c. Osikel Getaran membrane timpani ditangkapp oleh malleus, yang melekat pada permukaan dalamnya dan ditransmisikan melalui incus ke stapes.Bagian kaki stapes menstransmisikan vibrasi melalui fenestrum ovale yang melekat padanya. Daerah membrane timpani 15 – 20 kali lebih besar dari pada fenestrum ovale, dan gaya vibrasi pada fenestrum lebih besar dad pada gaya pada membrane timpani, walaupun terjadi sedikit kehilangan energi akibat inersia osikel. Muskulus stapedius dan tensor timpani berkontraksi secara reflektorik sebagai respons terhadap bunyi yang keras , dan dengan berkontraksi menarik osikel, membuat system osikular lebih kaku dan dengan demikian melinclungi telinga dalam d. Koklea Vibrasi fenestrum ovale menyebabkan gelombang tekanan dalam perilimf telinga dalam. Gelombang berjalan ke atas pada perilimf dalam skala vestibule dan ke bawah pada perilimf di dalam skala timpani. Ketika gelombang mencapai fenestrum rotundum pada bagian dasar, membrane menutup fenestrum tersebut menyebabkan pembonjolan kecil di dalam telinga tengah. Bila tidak terjadi gelombang tidak dapat melewati koklea. e. Organ corti Bagaimana organ Corti berespon terhadap vibrasi belum diketahui dengan pasti. Gerakan membrane basalis, dihasilkan oleh gelombang yang berjalan naik turun didalam koklea, tampaknya menarik sel-selrambut dan mengeksitasinya sehingga mentransmisikan impels ke dalam saraf nervus kokhlearis yang terletak disekitar dasar sel rambut. Menurut teori “gelombang berjalan”, gelombang yang dihasilkan oleh bunyi berfrekuensi tinggi hanya berjalan sedikit di dalam koklea sebelum teredam, dan bunyi berfrekuensi rendah berjalan sampai ke apeks koklea. Pembedaan oleh telinga antara suara dengan berfrekuensi yang berbecla agaknya diakibatkan oleh pola getaran yang berbecla yang dihasilkan membrane basalis oleh berfrekuensi yang berbeda. f. hubungan sentral. Nerves auditorius pars koklearis menstranmisikan sensasi pada otak. Tempat sensasi tersebut diinterpretasikan di dalam pars auditorius Globus temporalis. Setiap telinga memiliki hubungan dengan kedua Globus temporalis, dan terutama dengan sisi yang berlawanan.. Gambaran KlinisKetulian dapat diakibatkan olehSerumen dalam meatus auditorius eksternusOtitis mediaOtosklerosis , keadaan dimana terjadi pembentukan tulang baru di sekitar bagian kaki stapes yang mencegah pergerakannya.Cedera pada membrane timpani.Cedera, penyakit atau degenerasi nervus auditorius. Tinitus adalah bunyi berdering, berdengung, berdesis atau pulsating di dalam telinga. Tinitus merupakan gejala dari semua keadaan abnormal dalam telinga. E. KESEIMBANGAN Kanalis semisirkularis, sakulus dan utrikulus berperan dalam keseimbangan dan posisi kepala pada bahu. Kanalis semisirkularis berperan pada gerakan kepala pada waktu berputar . Gerakan ini menghasilkan gerakan pada endolimf dalam kanalis semisirkularis ,yang merangsang sel-sel rambut . Otolit sakulus dan utdkulus; bergerak oleh perubahan posisi kepala dan dengan demikian mencetuskan gerakan sel rambut di daerah tersebut. Rangsangan ditransmisikan sepanjang serat saraf nervus kranialis kedelapan ( auditorius) pars vestibularis ke otak tengah , medulla oblongata, serebelum , dan medulla spinalis. Rangsangan ini memulai perubahan refleks pada otot-otot leher , mata, badan, dan ekstremitas untuk mempertahankan keseimbangan dan postur dan mata dapat difiksasi pada objek yang bergerak. Gambaran Klinis Pusing (vertigo) adalah kelainan atau penyakit pada organ keseimbangan. Pada penyakit Meniere, peningkatan tekanan edolimfatik menyebabkan serangan berat vertigo, swing dihubungkan dengan mual dan muntah dan kadang-kadang dengan ketulian dan tinnitus. Infeksi labirin, fraktur pars petrosus os temporale, ateroma arteria vertebralis menyebabkan reduksi suplai darah menuju telinga dalam, dan pertumbuhan bare akan menyebabkan vertigo. Serumen dalam meatus auditorius eksternus menekan membrane timpani dan menyumbat tuba faringotimpanikus dapat menyebabkan ketulian dengan. Mabuk perjalanan ( mobil, kereta api, pesawat, mabuk laut) diakibatkan oleh gangguan labirinitin akibat gerakan berulang endolimf, sexing disertai dengan factor emosi yang kuat sehingga orang yang rentan dapat sakit atau mengalami vertigo akibat antisipasi gerakan. Berbagai obat-obatan dapat mencegah mabuk perjalanan, tetapi bagaimana mereka bekerja belum diketahui. Beberapa obet terutama Streptomisin dapat menyebabkan degenerasi labirin. berikut Anatomi Fisiologi Labirin: F. ANATOMI LABIRIN Vestibulum yang terdapat di dalam labirin, telinga bagian dalam, mempunyai andil 55% dalam patofisiologi alat keseimbangan tubuh (AKT). Ada dua jenis organ (reseptor) sensoris di dalam labirin, yaitu pendengaran dan keseimbangan yang merupakan sel berambut (hair cells). Kedua jenis sel ini terbenam di dalam cairan endolimf, sehingga bila ada aliran / gelombang endolimf akibat rangsangan bunyi (pendengaran) atau gerakan (keseimbangan), rambut sel menekuk kearah tertentu dan mengubah transmisi impuls sensoris. Organ untuk pendengaran ini disebut organ corti, sedangkan untuk keseimbangan disebut organ vestibulum. Vestibulum dibedakan atas crista dan macula yang masing-masing sensitive terhadap rangsangan gerakan sirkuler dan linier. Gambar 3 berikut akan mengigatkan kembali pada peran labirin. G. ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN A. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Faktor perkembangan terlambat • Usia bayi, tidak terpenuhi kebutuhan makanan, minum dan rasa aman. • Usia balita, tidak terpenuhi kebutuhan otonomi • Usia sekolah mengalami peristiwa yang tidak terselesaikan 2. Faktor komunikasi dalam keluarga • Komunikasi peran ganda • Tidak ada komunikasi • Tidak ada kehangatan • Komunikasi dengan emosi berlebihan • Komunikasi tertutup • Orang tua yang membandingkan anak – anaknya, orang tua yang otoritas dan komplik orang tua 3. Faktor sosial budaya Isolasi sosial pada yang usia lanjut, cacat, sakit kronis, tuntutan lingkungan yang terlalu tinggi. 4. Faktor psikologis Mudah kecewa, mudah putus asa, kecemasan tinggi, menutup diri, ideal diri tinggi, harga diri rendah, identitas diri tidak jelas, krisis peran, gambaran diri negatif dan koping destruktif. 5. Faktor biologis Adanya kejadian terhadap fisik, berupa : atrofi otak, pembesaran vertikel, perubahan besar dan bentuk sel korteks dan limbic. 6. Faktor genetik Adanya pengaruh herediter (keturunan) berupa anggota keluarga terdahulu yang mengalami schizoprenia dan kembar monozigot. B. PERILAKU Bibir komat kamit, tertawa sendiri, bicara sendiri, kepala mengangguk – angguk, seperti mendengar sesuatu, tiba – tiba menutup telinga, gelisah, bergerak seperti mengambil atau membuang sesuatu, tiba – tiba marah dan menyerang, duduk terpaku, memandang satu arah, menarik diri. C. FISIK 1. ADL Nutrisi tidak adekuat bila halusinasi memerintahkan untuk tidak makan, tidur terganggu karena ketakutan, kurang kebersihan diri atau tidak mandi, tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan aktivitas fisik yang berlebihan, agitasi gerakan atau kegiatan ganjil. 2. Kebiasaan Berhenti dari minuman keras, penggunaan obat – obatan dan zat halusinogen dan tingkah laku merusak diri. 3. Riwayat kesehatan Schizofrenia, delirium berhubungan dengan riwayat demam dan penyalahgunaan obat. 4. Riwayat schizofrenia dalam keluarga 5. Fungsi sistim tubuh 6. Perubahan berat badan, hipertermia (demam) 7. Neurologikal perubahan mood, disorientasi 8. Ketidak efektifan endokrin oleh peningkatan temperatur D. STATUS EMOSI Afek tidak sesuai, perasaan bersalah atau malu, sikap negatif dan bermusuhan, kecemasan berat atau panik, suka berkelahi. E. STATUS INTELEKTUAL Gangguan persepsi, penglihatan, pendengaran, penciuman dan kecap, isi pikir tidak realistis, tidak logis dan sukar diikuti atau kaku, kurang motivasi, koping regresi dan denial serta sedikit bicara. F. STATUS SOSIAL Putus asa, menurunnya kualitas kehidupan, ketidakmampuan mengatasi stress dan kecemasan. II. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko tinggi perilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran. 2. Gangguan persepsi sensori : halusinasi berhubungan dengan isolasi social : menarik diri. 3. Kerusakan interaksi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. 4. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan perubahan proses fikir. 5. Perubahan proses fikir berhubungan dengan harga diri rendah. 6. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kurangnya minat. III. RENCANA INTERVENSI PERAWATAN Diagnosa keperawatan I : Resiko tinggi perilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran Tujuan umum : Klien dapat mengendalikan halusinasinya. TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Intervensi 1. Bina hubungan saling percaya • Salam terapeutik • Perkenalkan diri • Jelaskan tujuan interaksi • Buat kontrak yang jelas • Menerima klien apa adanya • Kontak mata positif • Ciptakan lingkungan yang terapeutik 2. Dorong klien dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya 3. Dengarkan ungkapan klien dengan rasa empati. Rasional 1. Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien 2. Ungkapan perasaan oleh klien sebagai bukti bahwa klien mempercayai perawat 3. Empati perawat akan meningkatkan hubungan terapeutik perawat-klien Evaluasi Klien dapat mengungkapkan perasaannya dan kondisinya secara verbal TUK 2 : Klien dapat mengenali halusinasinya Intervensi : 1. Adakan kontak secara sering dan singkat 2. Observasi tingkah laku verbal dan non verbal klien yang terkait dengan halusinasi (sikap seperti mendengarkan sesuatu, bicara atau tertawa sendiri, terdiam di tengah – tengah pembicaraan). 3. Terima halusinasi sebagai hal yang nyata bagi klien dan tidak nyata bagi perawat. 4. Identifikasi bersama klien tentang waktu munculnya halusinasi, isi halusinasi dan frekuensi timbulnya halusinasi. 5. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi muncul. 6. Diskusikan dengan klien mengenai perasaannya saat terjadi halusinasi. Rasional : 1. Mengurangi waktu kosong bagi klien untuk menyendiri. 2. Mengumpulkan data intervensi terkait dengan halusinasi. 3. Memperkenalkan hal yang merupakan realita pada klien. 4. Melibatkan klien dalam memperkenalkan halusinasinya. 5. Mengetahui koping klien sebagai data intervensi keperawatan selanjutnya. 6. Membantu klien mengenali tingkah lakunya saat halusinasi. Evaluasi : 1. Klien dapat membedakan hal yang nyata dan yang tidak setelah 3-4 kali pertemuan dengan menceritakan hal – hal yang nyata. 2. Klien dapat menyebutkan situasi, isi dan waktu timbulnya halusinasi setelah 3 kali pertemuan. 3. Klien dapat mengungkapkan respon perilakunya saat halusinasi terjadi setelah 2 kali pertemuan. TUK 3 : Klien dapat mengendalikan halusinasinya Intervensi : 1. Identifikasi tindakan klien yang positif. 2. Beri pujian atas tindakan klien yang positif. 3. Bersama klien rencanakan kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi. 4. Diskusikan ajarkan cara mengatasi halusinasi. 5. Dorong klien untuk memilih cara yang disukai untuk mengontrol halusinasi. 6. Beri pujian atas pilihan klien yang tepat. 7. Dorong klien untuk melakukan tindakan yang telah dipilih. 8. Diskusikan dengan klien hasil atau upaya yang telah dilakukan. 9. Beri penguatan atas upaya yang telah berhasil dilakukan dan beri solusi jika ada keluhan klien tentang cara yang dipilih. Rasional : 1. Mengetahui cara – cara klien mengatasi halusinasi baik yang positif maupun yang negatif. 2. Menghargai respon atau upaya klien. 3. Melibatkan klien dalam menentukan rencana intervensi. 4. Memberikan informasi dan alternatif cara mengatasi halusinasi pada klien. 5. Memberi kesempatan pada klien untuk memilihkan cara sesuai kehendak dan kemampuannya. 6. Meningkatkan rasa percaya diri klien. 7. Motivasi respon klien atas upaya yang telah dilakukan. 8. Melibatkan klien dalam menghadapi masalah halusinasi lanjutan Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan dan saat halusinasi terjadi setelah dua kali pertemuan. 2. Klien dapat menyebutkan 2 dari 3 cara mengatasi halusinasi. TUK 4 : Klien dapat menggunakan obat untuk mengontrol halusinasinya. Intervensi : 1. Diskusikan dengan klien tentang obat untuk mengontrol halusinasinya. 2. Bantu klien untuk memutuskan bahwa klien minum obat sesuai program dokter. 3. Observasi tanda dan gejala terkait efek dan efek samping. 4. Diskusikan dengan dokter tentang efek dan efek samping obat . Rasional : 1. Memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan klien tentang efek obat terhadap halusinasinya. 2. Memastikan klien meminum obat secara teratur. 3. Mengobservasi efektivitas program pengobatan. 4. Memastikan efek obat – obatan yang tidak diharapkan terhadap klien. Evaluasi : Klien meminum obat secara teratur sesuai instruksi dokter. TUK 5 : Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengendalikan halusinasi. Intervensi : 1. Bina hubungan saling percaya dengan klien. 2. Kaji pengetahuan keluarga tentang halusinasi dan tindakan yang dilakukan keluarga dalam merawat klien. 3. Beri penguatan positif atas upaya yang baik dalam merawat klien. 4. Diskusikan dan ajarkan dengan keluarga tentang : halusinasi, tanda – tanda dan cara merawat halusinasi. 5. Beri pujian atas upaya keluarga yang positif. Rasional : 1. Sebagai upaya membina hubungan terapeutik dengan keluarga. 2. Mencari data awal untuk menentukan intervensi selanjutnya. 3. Penguatan untuk menghargai upaya keluarga. 4. Memberikan informasi dan mengajarkan keluarga tentang halusinasi dan cara merawat klien. 5. Pujian untuk menghargai keluarga. Evaluasi : 1. Keluarga dapat menyebutkan cara – cara merawat klien halusinasi. Diagnosa keperawatan 2 : Perubahan sensori persepsi halusinasi pendengaran berhubungan dengan isolasi social : menarik diri. Tujuan umum : Klien dapat berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sehingga halusinasi dapat dicegah. TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Intervensi : 1. Bina hubungan saling percaya • Menyapa klien dengan ramah • Mengingatkan kontrak • Terima klien apa adanya • Jelaskan tujuan pertemuan • Sikap terbuka dan empati Rasional : Kejujuran, kesediaan dan penerimaan meningkatkan kepercayaan hubungan antara klien dengan perawat. Evaluasi : Setelah 2 kali pertemuan klien dapat menerima kehadiran perawat. TUK 2 : Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan perilaku menarik diri. Intervensi : 1. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri. 2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri. 3. Diskusikan bersama klien tentang menarik dirinya. 4. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya. Rasional : 1. Mengetahui sejauh mana pengetahuan klien tentang menarik diri sehingga perawat dapat merencanakan tindakan yang selanjutnya. 2. Untuk mengetahui alasan klien menarik diri. 3. Meningkatkan harga diri klien sehingga berani bergaul dengan lingkungan sosialnya. Evaluasi : Setelah 1 kali pertemuan klien dapat menyebutkan penyebab atau alasan menarik diri. TUK 3 : Klien dapat mengetahui keuntungan berhubungan dengan orang lain. Intervensi : 1. Diskusikan tentang manfaat berhubungan dengan orang lain. 2. Dorong klien untuk menyebutkan kembali manfaat berhubungan dengan orang lain. 3. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan manfaat berhubungan dengan orang lain. Rasional : 1. Meningkatkan pengetahuan klien tentang perlunya berhubungan dengan orang lain. 2. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien terhadap informasi yang telah diberikan. 3. Reinforcement positif dapat meningkatkan harga diri klien. Evaluasi : Klien dapat menyebutkan 2 dari 3 manfaat berhubungan dengan orang lain • Mendapat teman • Dapat mengungkapkan perasaan • Membantu memecahkan masalah TUK 4 : Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara bertahap. Intervensi : 1. Dorong klien untuk menyebutkan cara berhubungan dengan orang lain. 2. Dorong dan bantu klien berhubungan dengan orang lain secara bertahap antara lain : • Klien-perawat • Klien-perawat-perawat lain • Klien-perawat-perawat lain-klien lain • Klien-kelompok kecil (TAK) • Klien-keluarga 3. Libatkan klien dalam kegiatan TAK dan ADL ruangan 4. Reinforcement positif atas keberhasilan yang telah dicapai klien. Rasional : 1. Untuk mengetahui pemahaman klien terhadap informasi yang telah diberikan. 2. Klien mungkin mengalami perasaan tidak nyaman, malu dalam berhubungan sehingga perlu dilatih secara bertahap dalam berhubungan dengan orang lain. 3. Membantu klien dalam mempertahankan hubungan inter personal. 4. Reinforcement positif dapat meningkatkan harga diri klien. Evaluasi : Klien dapat menyebutkan cara berhubungan dengan orang lain, misalnya : • Membalas sapaan perawat • Kontak mata positif • Mau berinteraksi TUK 5 : Klien mendapat dukungan dari keluarga dalam berhubungan dengan orang lain. Intervensi : 1. Diskusikan tentang manfaat berhubungan dengan orang lain. 2. Dorong klien untuk mengemukakan perasaan keluarga 3. Dorong klien untuk mengikuti kegiatan bersama keluarga seperti : makan, ibadah dan rekreasi. 4. Jelaskan kepada keluarga tentang kebutuhan klien. 5. Bantu keluarga untuk tetap mempertahankan hubungan dengan klien yaitu memperlihatkan perhatian dengan kunjungan rumah sakit. 6. Beri klien penguatan misalnya : membawa makanan kesukaan klien. Rasional : 1. Mengidentifikasi hambatan yang dirasakan klien. 2. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan klien dengan keluarga. 3. Membantu klien dalam meningkatkan hubungan interpersonal dengan keluarga. 4. Klien menarik diri membutuhkan perhatian yang khusus. 5. Keterlibatan keluarga sangat membantu dalam mengembangkan interaksi dengan lingkungannya. 6. Meningkatkan rasa percaya diri klien kepada keluarga dan merasa diperhatikan. Evaluasi : 1. Setelah 2 kali pertemuan klien dapat membina hubungan dengan keluarga. 2. Keluarga mengunjungi klien ke rumah sakit setiap minggu secara bergantian. Diagnosa keperawatan 3 Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah. Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri. Intervensi : 1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya. 2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien. 3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. 4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki klien. 5. Anjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan yang dimiliki klien. 6. Beritahukan bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki. Rasional : 1. Mengidentifikasikan hal – hal positif yang masih dimiliki klien. 2. Mengingatkan klien bahwa ia manusia biasa yang mempunyai kekurangan. 3. Menghadirkan realita pada klien. 4. Memberikan harapan pada klien. 5. Memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi. 6. Agar klien tidak merasa putus asa. Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 kali pertemuan. 2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan. TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya. Intervensi : 1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa harapan selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai. 2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya. 3. Beri kesempatan klien untuk berhasil. 4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Rasional : 1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dari harapan klien. 2. Membantu klien membentuk harapan yang realistis. 3. Meningkatkan percaya diri klien. 4. Meningkatkan penghargaan terhadap perilaku yang positif. Evaluasi : Klien dapat menyebutkan cita-cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 kali pertemuan. TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya. Intervensi : 1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau yang berhasil dicapainya. 2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut. 3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan. 4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasinya. 5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Rasional : 1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal. 2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri. 3. Mengetahui apakah kegagalan tersebut mempengaruhi klien. 4. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien. 5. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha. Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 kali pertemuan. 2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 kali pertemuan. TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis. Intervensi : 1. Bantu klien merumuskan tujuan yang ingin dicapainya. 2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien. 3. Bantu klien memilih priotitas tujuan yang mungkin dapat dicapainya. 4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih. 5. Tunjukkan keterampilan dan keberhasilan yang telah dicapai klien. 6. Ikut sertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok. 7. Beri reinforcement positif bila klien mau mengikuti kegiatan kelompok. Rasional : 1. Agar klien tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki. 2. Mempertahankan klien untuk tetap realistis. 3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan. 4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien. 5. Memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai. 6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya. 7. Meningkatkan harga diri klien. Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan tujuan yang ingin dicapai setelah 1 kali pertemuan. 2. Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan setelah 1 kali pertemuan. TUK 5 : Klien dapat dukungan keluarga yang meningkatkan harga dirinya. Intervensi : 1. Diskusikan dengan keluarga tanda – tanda harga diri rendah. 2. Anjurkan setiap anggota keluarga untuk mengenal dan menghargai klien tidak mengejek, tidak menjauhi. 3. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kesempatan berhasil pada klien. 4. Anjurkan pada keluarga untuk menerima klien apa adanya. 5. Anjurkan keluarga untuk melibatkan klien dalam setiap pertemuan keluarga. Rasional : 1. Mengantisipasi masalah yang timbul. 2. Menyiapkan support sistem yang akurat. 3. Memberikan kesempatan pada klien untuk sukses. 4. Membantu meningkatkan harga diri klien. 5. Meningkatkan interaksi klien dengan anggota keluarga. Evaluasi : 1. Keluarga dapat menyebutkan tanda – tanda harga diri rendah. • Mengatakan diri tidak berharga • Tidak berguna dan tidak mampu • Pesimis dan menarik diri dari realita 2. Keluarga dapat berespon dan memperlakukan klien secara tepat setelah 2 kali pertemuan. Diagnosa keperawatan 4 : Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan perubahan proses pikir. Tujuan umum : Klien dapat mengontrol halusinasinya. TUK 1 : Klien dapat mengenal akan wahamnya. Intervensi : 1. Adakan kontrak sering dan singkat. • Gunakan teknik komunikasi terapeutik. • Pertahankan konsistensi perawat yang bertugas. 2. Jangan membantah atau menyangkal keyakinan pasien. Rasional : Hal ini mendorong untuk menyampaikan rasa empati, mengembangkan rasa percaya dan akhirnya mendorong klien untuk mendiskusikannya. Untuk memudahkan rasa percaya dan kemampuan untuk mengerti akan tindakan dan komunikasi pasien membantah atau menyangkal tidak akan bermanfaat apa – apa. Evaluasi : Klien dapat mengenal akan wahamnya setelah mendapat penjelasan dari perawat dalam 4 x pertemuan. TUK 2 : Klien dapat mengendalikan wahamnya. Intervensi : 1. Bantu klien untuk mengungkapkan anansietas, takut atau tidak aman. 2. Focus dan kuatkan pada orang – orang yang nyata, ingatan tentang pikiran irasional. Bicarakan kejadian – kejadian dan orang – orang yang nyata. 3. Diskusikan cara untuk mencegah waham, contoh percaya pada orang lain, belajar akan kenyataan, bicara dengan orang lain, yakin akan dirinya bahwa tidak ada yang akan mengerti perasaannya bila tidak cerita dengan orang lain. Rasional : 1. Ungkapkan perasaan secara verbal dalam lingkungan yang tidak terancam akan mendorong klien untuk mengungkapkan perasaannya yang mungkin sudah terpendam. 2. Diskusikan yang berfokus pada ide – ide yang salah tidak akan mencapai tujuan dan mungkin buat psikosisnya lebih buruk jika pasien dapat belajar untuk menghentikan ansietas yang meningkat, pikiran waham dapat dicegah. Evaluasi : 1. Klien dapat mengendalikan wahamnya dengan bantuan perawat dengan menggunakan cara yang efektif dalam 4 x pertemuan. TUK 3 : Klien dapat mengevaluasi dirinya. Intervensi : 1. Bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau keinginan yang berhasil dicapainya. 2. Kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan. 3. Bicarakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab – sebab kegagalan 4. Kaji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan cara mengatasi 5. Jelaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Rasional : 1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal. 2. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri 3. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien 4. Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha. Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 x pertemuan. 2. Klien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah 4 x pertemuan. TUK 4 : Klien dapat membuat rencana yang realistis. Intervensi : 1. Bantu klien memuaskan tujuan yang ingin dicapainya. 2. Diskusikan dengan klien tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan klien. 3. Bantu klien untuk memilih prioritas tujuan yang mungkin dapat dicapainya. 4. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih. 5. Tunjukkan keterampilan yang telah dicapai klien. 6. Ikutsertakan klien dalam kegiatan aktivitas kelompok. Rasional : 1. Agar klien dapat tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki. 2. Mempertahankan klien agar tetap realistis. 3. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan. 4. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien. 5. Memberi penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai. 6. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya. Diagnosa keperawatan 5 : Perubahan proses pikir berhubungan dengan harga diri rendah kronis. Tujuan umum : Klien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. TUK 1 : Klien dapat memperluas kesadaran diri Intervensi : 1. Diskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya 2. Diskusikan kelemahan yang dimiliki klien 3. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. 4. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutup dengan kelebihan yang dimiliki. 5. Beritahukan klien bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki Rasional : 1. Mengidentifikasi hal – hal positif yang masih dimiliki klien 2. Mengingatkan klien bahwa klien manusia biasa yang mempunyai kekurangan 3. Menghadirkan harapan pada klien 4. Agar klien tidak merasa putus asa Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 x pertemuan 2. Klien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk mencapai keberhasilan TUK 2 : Klien dapat menyelidiki dirinya Intervensi : 1. Diskusikan dengan klien ideal dirinya, apa rencana selama di RS, rencana klien setelah pulang dan apa cita – cita yang ingin dicapai 2. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya 3. Beri kesempatan pada klien untuk berhasil 4. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai Rasional : 1. Untuk mengetahui sampai dimana realistis dan harapan pasien. 2. Membantu klien untuk membentuk harapan yang realistis 3. Meningkatkan rasa percaya diri klien 4. Memberi penghargaan terhadap perilaku yang positif Evaluasi : 1. Klien dapat menyebutkan cita – cita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 x pertemuan. Diagnosa keperawatan 6 : Defisit perawatan diri berhubungan dengan intoleransi aktivitas. Tujuan umum : Klien dapat melakukan perawatan diri TUK 1 : Klien mengetahui keuntungan melakukan perawatan diri Intervensi : 1. Diskusikan tentang keuntungan melakukan perawatan diri 2. Dorong klien untuk menyebutkan kembali keuntungan dalam melakukan perawatan diri 3. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan keuntungan melakukan perawatan diri Rasional : 1. Untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri 2. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien tentang informasi yang telah diberikan 3. Reinforcement posisitf dapat menyenangkan hati pasien Evaluasi : Klien dapat menyebutkan keuntungan dari melakukan perawatan diri seperti memelihara kesehatan dan memberi rasa nyaman dan segar. TUK 2 : Klien mengetahui kerugian jika tidak melakukan perawatan diri Intervensi : 1. Diskusikan tentang kerugian tidak melakukan perawatan diri 2. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan kerugian tidak melakukan perawatan diri. Rasional : 1. Untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri. 2. Reinforcement positif untuk menyenangkan hati klien. Evaluasi : Klien dapat menyebutkan kerugian dari tidak melakukan perawatan diri seperti terkena penyakit, sulit mendapat teman. TUK 3 : Klien berminat melakukan perawatan diri Intervensi : 1. Dorong dan bantu klien dalam melakukan perawatan diri 2. Beri pujian atas keberhasilan klien melakukan perawatan diri Rasional : 1. Untuk meningkatkan minat klien dalam melakukan perawatan diri 2. Reinforcement positif dapat menyenangkan hati klien dan meningkatkan minat klien untuk melakukan perawatan diri. Evaluasi : Klien melakukan perawatan diri seperti : mandi memakai sabun 2 x sehari, menggosok gigi dan mencuci rambut, memotong kuku. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Telinga adalah organ pendengaran. Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu: telinga luar, telinga tengah, rongga telinga dalam. Mendengar adalah kemampuan untuk mendeteksi tekanan vibrasi udara tertentu dan menginterpretasikannya sebagai bunyi. Telinga mengkonversi energi gelombang tekanan menjadi impuls syaraf, dan korteks serebri mengkonversi impuls ini menjadi bunyi. Sedangkan ukuran bunyi yang dapat didengar manusia kurang dari 85 dB dan dapat merusak telinga jika lebih dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan membuat hancur gendang telinga. Gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga dan ditransmisikan ke dalam meatus auditorius eksternus. Kanalis semisirkularis, sakulus dan utrikulus berperan dalam keseimbangan dan posisi kepala pada bahu. Kanalis semisirkularis berperan pada gerakan kepala pada waktu berputar . Gerakan ini menghasilkan gerakan pada endolimf dalam kanalis semisirkularis ,yang merangsang sel-sel rambut . DAFTAR PUSTAKA Ganong, William F, FisiologiKedokteran, Jakarta; EGC, 2002 Pearce, Evelyn C, AnatomidanFisiologiuntuk Para Medis, Jakarta; PT GramediaPustakaUtama, 2008 Syaifuddin, H. AnatomifisiologiUntukSiswaPerawat, Jakarta; EGC, 1997my clock
Sabtu, 17 Maret 2012
Senin, 08 November 2010
Pengertian
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun.
Diposting oleh Ay Ue di 23.03 0 komentar
Pengertian Nilai Sosial Menurut para Ahli
Kimball Young
Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
A.W.Green
Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
Woods
Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
M.Z.Lawang
Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang pantas,berharga,dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.
Hendropuspito
Menyatakan nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.
Diposting oleh Ay Ue di 23.01 0 komentar
Selasa, 21 September 2010
Indonesia Pusaka
Karangan / Ciptaan : Ismail Marzuki
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya
Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
– Selamat Datang Pahlawan Muda
Share
Lirik Lagu Ismail Marzuki
Selamat datang pahlawan
Lama nian kami rindukan dikau
Bertahun bercerai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Dengarkan sorak gempita
mengiringi derap langkah perwira
Hilangkan rindu
Demdam ibumu
Selamat datang di Jakarta Raya
Di Timur MATAHARI
Pencipta Lirik dan Lagu : W.R. Supratman
Di timur matahari mulai bercahaya bercahaya
Bangun dan berdiri kawan semua semua
Marilah mengatur barisan kita
Pemuda pemudi Indonesia
Diposting oleh Ay Ue di 07.55 0 komentar
Senin, 21 Juni 2010
Rabu, 15 April 2009
Rabu, 2009 April 01
Akhirnya Ganti Template Juga
Kendhin
Template
Setelah sekian lama, akhirnya blog ini ganti template juga. Dari awal blog ni memang tidak pernah ganti template, paling cuma modifikasi dikit sana sini. Tapi sekarang, setelah menimbang2 dan melalui pemikiran yang panjang x lebar x tinggi, akhirnya diputuskan untuk mengubah template blog ini. Dan bagi yang berminat dengan template blog ini yang lama sekarang sudah bisa didownload. Silahkan DOWNLOAD DISINI untuk mendapatkan template lama blog ini. Tapi tentunya ada beberapa hal yang harus dimodifikasi, diantaranya yaitu :
1. Icon Kalender
Supaya icon kalendernya berfungsi (tidak "undefine") maka haru dirubah dulu format tanggalnya. Yaitu melalui "Setting-->Formatting" kemudian di bagian "Date Header Format" ganti dengan yg berformat "mm.dd.yyyy" misal (11.22.2008).
2. Ganti Tabs menu Horizontal
caranya yaitu masuk di EDIT HTML kemudian cari kata "horizontal tab", nha silahkan otak-atik didaerah situ untk mengedit menu2 horiizontalnya.
3. Ganti Isi Tabview
Caranya yaitu masuk di EDIT HTML kemudian cari kata "tab view", nha silahkan otak-atik didaerah situ untk mengedit isi dari tabview tersebut
Untuk edit2 yang lainnya silahkan diotak-atik sendiri.
Yup, gitu aja. Selamat tinggal templateku yang lama.
sumber: trik-tips.blogspot.com
Diposkan oleh fara_forever di 23:04 0 komentar
Tutorial LAN peer to peer (special for examination)
written by Yudhi at 2009-03-30
1. PC 1 dengan PC2 terkoneksi dengan melakukan uji koneksi dengan perintah ping
Alat dan Bahan:
1. 2 buah Komputer Dekstop
2. 2 buah crimping tools
3. 2 meter UTP cable
4. Twester LAN
5. 2 buah Konektor RJ 45
Langkah-langkahnya:
1. Buatlah kabel dengan urutan cross untuk menghubungkan dua buah komputer. Adapun konfigurasi kabelnya adalah:
Ujung Kiri Ujung Kanan
1. PUTIH ORANGE 1. PUTIH HIJAU
2 ORANGE 2. HIJAU
3. PUTIH HIJAU 3. PUTIH ORANGE
4. BIRU 4. BIRU
5. PUTIH BIRU 5. PUTIH BIRU
6. HIJAU 6. ORANGE
7. PUTIH COKLAT 7. PUTIH COKLAT
8 COKLAT 8 COKLAT
2. Kupas ujung kabel secukupnya dan buatlah urutan berdasarkan warna di atas, setelah itu potong ujung kabel agar rata dan masukkan ke dalam konektor RJ 45 yang telah disiapkan, tapi ingat untuk merekatkan kabel dengan konektor tentu tidak dengan gigitan. Crimping tools sudah disiapkan gunanya bukan hanya pengganti gigitan tapi anda akan mendapatkan nilai dari setiap langkah yang tepat. Daaaaaaaaannnn kabel ada sudah ready!!!
3. Setelah itu, masukkan setiap ujung kabel yang telah terpasang konektor ke masing-masing komputer yang telah anda siapkan.
4. Masuk di control panel klik Network and internet connection Network connection klik kanan gambar ini (gambarnya ilang......hehe)
klik properties; klik 2 kali pada internet Protocol (TCP/IP); pilih use the following IP address; masukkan ip (sebagai contoh), 192.168.1.2 (ingat teman anda harus menset ip dengan cara yang sama tentunya hanya saja dengan alamat ip yang berbeda, bisa 192.168.1.3 ke atas sampai 254 tekan tab pada keyboard lalu klik ok
5. Setelah itu cek koneksi komputer anda dengan cara: Klik start run ketikkan cmd kemudian enter masukkan perintah untuk mengetes koneksi ping (alamat ip komputer tujuan) contoh: ping 192.168.1.xxx (tergantung ip komputer tujuan). Kalau hasil dari perintah anda mengeluarkan pesan request time out / destination host unreachable berarti belum berhasil dan itu artinya anda harus membuatnya fix. Namun kalau pesannya berupa replay maka anda berhasil. Dan saya sangat bangga mengatakan SELAMAT! Karena anda telah selesai pada soal pertama ini.
2. Lakukan sharing file secara teratur dan pastikan file sharingnya dapat diakses melalui Komputer lain dengan cara yang benar.
(uppss...sorry bapak g punya waktu banyak untuk nyempurnain tutorialnya, ohiya, yang mau versi wordnya bisa di download di:
http://www.ziddu.com/download/4054917/TutorialLANpeertopeer.doc.html )
sumber: yudhim.blogspot.com
Design Arsitektur Komputer
Apa Itu Komputer???
Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).
• Komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Dengan kata lain adapat disimpulkan bahwa...
Komputer adalah Mesin elektronik yang beroperasi dibawah kontrol instruksi yang disimpan dalam memorinya. komputer dapat menjalankan suatu proses sbb;
–*Menerima data
–**Manipulasi data
–***Menghasilkan output
****–Menyimpan hasil
Posted by CPU arsitektur on 21:52
Design Arsitektur Komputer
Apa Itu Komputer???
Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).
• Komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Dengan kata lain adapat disimpulkan bahwa...
Komputer adalah Mesin elektronik yang beroperasi dibawah kontrol instruksi yang disimpan dalam memorinya. komputer dapat menjalankan suatu proses sbb;
–*Menerima data
–**Manipulasi data
–***Menghasilkan output
****–Menyimpan hasil
Posted by CPU arsitektur on 21:49
Sebuah CPU singkatan dari central processing unit menunjuk ke bagian dari perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan instruksi dan data yang terdapat dalam perangkat luak . Istilah yang lebih umum prosesor kadangkala digunakan untuk menunjuk ke CPU. Mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuitterpadu , seringkali dalam sebuah paket chip -tunggal. Sejak pertengahan 1970-an , mikroprosesor chip -tunggal ini telah menjadi umum dan penting dalam implementasi CPU.
Komponen CPU dibagi menjadi beberapa macam, yakni sebagai berikut:
Unit kontrol, yang mampu mengarahkan aliran program. Komponen ini pasti terdapat dalam semua CPU.
Posted by CPU arsitektur on 21:46
Unit eksekusi yang mampu melakukan operasi terhadap data, dan memiliki beberapa bagian seperti unit logika dan aritematika atau ALU (Arithmetic and Logical Unit) , unit titik mengambang (Floating Point Unit) dan lainnya. Komponen ini pasti terdapat dalam semua jenis CPU.
Sekumpulan register yang dapat digunakan untuk menampung operand dan hasil perhitungan yang belum selesai dengan sempurna. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi beberapa tidak memilikinya.
Memori internal CPU, yang dapat berupa cache. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi banyak CPU tidak memilikinya, khususnya CPU-CPU lama.
Posted by CPU arsitektur on 21:46
Unit eksekusi yang mampu melakukan operasi terhadap data, dan memiliki beberapa bagian seperti unit logika dan aritematika atau ALU (Arithmetic and Logical Unit) , unit titik mengambang (Floating Point Unit) dan lainnya. Komponen ini pasti terdapat dalam semua jenis CPU.
Sekumpulan register yang dapat digunakan untuk menampung operand dan hasil perhitungan yang belum selesai dengan sempurna. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi beberapa tidak memilikinya.
Memori internal CPU, yang dapat berupa cache. Komponen ini kadang-kadang terdapat dalam CPU, tapi banyak CPU tidak memilikinya, khususnya CPU-CPU lama.
Diposting oleh Ay Ue di 22.08 0 komentar
Artikel-artikelku.....
MENFAAT KOMPUTER PADA ZAMAN MODERN
Zaman dulu komputer tidak begitu bermanfaat bagi manusia karena dulu komputer hanya digunakan untuk mengetik saja tapi kalau sekarang sudah sangat... berbeda. komputer sekarang banyak manfaatnya, misalnya untuk internetan, chatting, main game, ngerjakan tugas khususnya bagi para pelajar, dan masih banyak lagi manfaat yang lain.
Begitu canggihnya komputer pada jaman sekarang, sampai-sampai mengirim surat sekarang sudah bisa melalui e-mail. selain itu, komputer juga bisa digunakan untuk mengedit foto, video dan lain-lain.
Komputer memang banyak manfaatnya dech.....
PENGERTIAN MS.WORD DAN FUNGSINYA
didalam komputer banyak sekali program aplikasi yang dapat kita temui, terutama ms. word. Ms. word sekarang sangat dibutuhkan. nah, berikut adalah pengertian MS.word.
Microsoft word adalah salah satu program aplikasi pengolah kata dari sekian banyak software pengolah kata yang dapat dieksekusi melalui sistem operasi Windows 998ke atas.
beberapa fungsi dari Microsoft Word adalah:
1. membuat surat, skripsi, laporan, dan lain-lain.
2. membuat tabel dengan perhitungan.
3. membuat grafik.
4. membuat homepage (tampilan di situs)
5. membuat animasi dan tulisan menarik.
6. membuat data fax.
Diposting oleh Ay Ue di 22.08 0 komentar
Rabu, 22 April 2009
PSPB (Perburuan Sekarang Perbanyak Bermanfaat)
1. JENIS-JENIS EKSTENSI FILE DAN KEGUNAANNYA
Ekstensi File
Ekstensi file berfungsi untuk mengetahui atau membedakan jenis suatu file. Ekstensi file biasanya terdiri dari 3 huruf tetapi juga terdapat extension yang hanya terdiri dari 2 ataupun 4 huruf. Ekstensi file terletak pada tiga huruf terakhir sesudah titik. Untuk mengetahui/menampilkan extension dari suatu file caranya adalah sebagai berikut (Untuk Windows XP) : 1. Buka Windows Explorer anda 2. Pilih Tools -> Folder Options 3. Masuk ke Tab View 4. Hilangkan centang yang ada pada “Hide extensions for known file types” 5. Apply -> OK
Berikut adalah beberapa ekstensi suatu file yang sering kita temui beserta penjelasan :
EXE = File aplikasi (executable) Hanya bisa dibuka di sistem operasi windows
DOC = File Dokumen Dapat dibuka dengan MS Word GIF = File Gambar/Animasi Dapat dibuka dengan semua aplikasi untuk edit gambar seperti PhotoShop, PhotoPaint, Paint, ACDSee, Ulead Gif Animator dan lain2.
JPG/JPEG/BMP = File Gambar Dapat dibuka dengan semua aplikasi untuk edit gambar seperti PhotoShop, PhotoPaint, Paint, ACDSee dan lain2
ICO = File untuk Icon Gambar Dapat dibuka dengan semua aplikasi untuk edit gambar icon.
PSD = File Image, File Photoshop Dapat dibuka dengan aplikasi Adobe PhotoShop.
MP3 = File Audio Dapat dibuka dengan aplikasi audio seperti Winamp, Windows Media Player atau yang lainnya.
WAV = File Audio Dapat dibuka dengan aplikasi audio seperti Winamp, Windows Media Player atau yang lainnya.
MPG/MPEG = File Video Dapat dibuka dengan aplikasi video seperti Windows Media Player atau yang lainnya.
AVI = File Video (Biasanya digunakan untuk format DVD) Dapat dibuka dengan aplikasi video seperti CyberLink PowerDVD atau yang lainnya.
FLV = File Flash Video Dapat dibuka dengan aplikasi video flash seperti Total Video Player, FLV Player atau yang lainnya.
PDF = File Dokumen dari Adobe Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Adobe Acrobat Reader.
TXT = File Teks Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya.
LOG = File Log Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya.
ASM = Source Code Pemrograman Assembly Dapat dibuka dengan aplikasi seperti Notepad, Wordpad atau yang lainnya
RAR/ZIP = File Kompresi Dapat dibuka dengan aplikasi seperti WinZip atau WinRar.
REG = File Registry Dapat dibuka dengan aplikasi Regedit atau Notepad juga bisa.
HTM/HTML/SHTML = File Internet Document Dapat dibuka dengan Netscape Navigator, MS Internet Explorer, Mozilla Firefox atau yang lainnya.
TTF = File Font Dapat dibuka dengan aplikasi Font Viewer.
CDR = File Corel Draw Dapat dibuka dengan Corel Draw.
BAT = File Batch Sebuah file text yang berisi beberapa perintah yang secara segaja untuk di eksekusi oleh command prompt. Dapat dibuka dengan aplikasi Notepad
http://finderonly.com/2009/04/08/artikel-tentang-ekstensi-file/pad.
KEGUNAAN EKSTENSI FILE
Beragam ekstensi tiap-tiap file mencirikan melalui program apa file tersebut bisa diakses. Setelah melalui berbagai cara, penulis menyimpulkan hampir semua file ber-ekstensi apapun bisa diakses dengan notepad. Sebagai contoh file foto.jpg ketika diubah ektensinya menjadi .gif bisa dibuka tanpa menghilangkan sifat asli dari gambarnya. Ketika penulis menjadikannya foto.txt itupun tetap bisa terakses melalui program-program pembaca atau pengolah kata seperti notepad, Ms.word ,open office, mozilla,i.explorer,dsb. Namun yang jadi keunikan adalah ketika file ekstensi foto.jpg diubah jadi .txt dan dibuka dengan notepad ini akan ada semacam delay dan terasa berat untuk membukanya. Penulis merasa dan menduga delay tersebut adalah kejadian proses “coding”dari file gambar (jpg) ke dalam notasi-notasi atau huruf-huruf yang mengkodekan supaya selalu terus terlihat di notepad. Dan ketika jendela notepad diubah-ubah ukurannya, ternyata juga terjadi delay untuk akses yang lumayan terasa berat meskipun berlangsung sebentar (tergantung dari spesifikasi PC masing-masing) dan proses pengkodeannya akan terus berlangsung seiring diubah-ubahnya ukuran aplikasi pembuka file tersebut agar selalu disesuaikan dengan lebar jendela aplikasinya dalam hal ini notepad. Ini sama halnya dengan analogi jika seseorang terbiasa dengan mudah dan cepat mengangkat besi 1 kilogram namun kali ini ia mengangkat 1 kilogram berupa beban serbuk besi yang amat halus …maka ini kan sangat memakan waktu yang lama karena yang dikumpulkan agar terangkat itu berukuran amat kecil dan membutuhkan waktu pengumpulan yang bisa diumpamakan sebagai “delay”. Oleh karena analogi ini,alangkah baiknya tiap beban ditempatkan pada wahana dalam hal ini adalah tipe ekstensi yang sesuai untuk jenis file tersebut dan sesuai dengan aplikasi yang bisa menampung jenis file tersebut dan harus sinkron agar menyatu dengan beban itu sehingga akan mudah lebih mudah diangkat.Dan ketika ekstensi file tersebut diubah-ubah ternyata size asli file tersebut tidak berubah.
Begitu juga untuk file-file multimedia. Sebagai contoh yang telah penulis lakukan adalah mengubah file .mp3 menjadi .mp4 dan .mp1 ternyata tetap bisa diakses selama program aplikasi yang “mumpuni” itu ada. Karena sebelumnya penulis biasa mengakses mp3 di windows media player, kini ketika diubah menjadi .mp1 dan mp4 maka mengaksesnya lebih tepat memakai “media player clasic” karena codec untuk tipe file tersebut sudah tersedia. Namun yang tidak bisa diakses adalah ketika mengubah file-file murni tadi menjadi berkestensi .rar, .zip, .bin, atau ekstensi file kompresi lainnya. Perubahan icon dan tipe file tetap berhasil dan icon menunjukkan dengan program apa file berkestensi itu akan dibuka, namun setelah penulis coba buka file .rar hasil rename itu melalui winrar ternyata dianggap eror dan proses ekstraksi aborted. Ini dikarenakan mengubah file murni menjadi berkestensi .zip,.rar, dsb tidak boleh sembarang melalui rename namun agar tetap bisa dijalankan maka harus melalui program aplikasi compressor yang tersedia sehingga file tersebut tetap diubah ekstensinya secara normal malalui algoritme compressing dan nantinya bisa di-decompressing sehingga ter-ekstraksi.
Dari sini penulis menyimpulkan bila kita sering terbiasa bertemu file-file dan mengaksesnya dengan benar dan mengetahui apa dan bagaimana file itu diperlakukan dengan semestinya maka kita akan bisa memodifikasi dengan bentuk ekstensi yang lain dan bisa mengubahnya atau mengembalikannya seperti semula lagi tanpa menghilangkan sifat asli dari file yang diubah tadi.
Sumber : mayaloce.blogspot.com
2. JENIS-JENIS SOFTWARE DAN KEGUNAANNYA
Secara tak sadar, ketika kita menggunakan komputer, sebenarnya kita telah menggunakan software. Apakah sebenarnya software itu? Software atau perangkat lunak adalah semua program yang digunakan untuk menjalankan komputer atau perangkat lainnya. Secara umum, ada dua jenis software. Pertama adalah software aplikasi. Software aplikasi adalah software yang dibuat untuk tujuan atau kepentingan spesifik, contohnya Notepad untuk teks editor, Winamp untuk memutar file audio, dan sebagainya. Kedua adalah software sistem. Software sistem adalah software yang menjadi tempat semua software aplikasi berjalan . Contohnya adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan sebagainya.
Menurut cara memperolehnya (baca : harga beli dan legalitas), software dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Jenis pertama adalah freeware. Software yang bersifat freeware dapat digunakan tanpa biaya, namun masih memiliki batasan atas hak cipta pengguna. Maksudnya, meskipun kita menggunakan freeware tersebut kita tidak boleh melanggar hak cipta atas software tersebut, misalnya penggandaan untuk orang lain atau menggunakan software tersebut untuk kepentingan lain. Biasanya freeware didistribusikan tanpa disertai dengan kode program yang bersangkutan. Lalu jika kita tidak perlu membayar, apa tujuan si pembuat freeware? Tujuan yang jelas adalah untuk promosi. Baik itu promosi diri sendiri (untuk programmer perorangan) ataupun promosi produk (untuk developer kelas kakap). Tujuan lain yang mungkin adalah untuk mendapatkan masukan dari pengguna dan ada pula (walaupun jarang ditemui) yang bertujuan untuk membobol sistem seseorang. Beberapa contoh freeware adalah Paint.net, Rocket Dock, Ccleaner, dan masih banyak lagi.
Jenis yang kedua adalah shareware. Shareware adalah software yang dapat digunakan tanpa biaya dalam jangka waktu tertentu. Setelah jangka waktu tersebut selesai, pengguna diberi pilihan, apakah akan melanjutkan menggunakan software tersebut (dengan konsekuensi membayar) atau tidak menggunakan lagi software tersebut. Terkadang pada shareware diberi batasan fitur yang hanya bisa digunakan jika pengguna membeli softwarenya. Seperti freeware, shareware masih dibatasi oleh hak cipta. Tujuan pembuatan shareware cukup jelas, yaitu memberikan contoh hasil jadi software tersebut sebelum dibeli oleh pengguna. Beberapa contoh dari shareware ini misalnya StyleXP, Window Blinds, WinRAR, dan sebagainya.
Ketiga, propietary software. Intinya, propietary software itu hampir sama dengan barang yang bisa kita beli di pasar. Jika kita ingin menggunakannya, kita harus membelinya. Propietary software sangat dibatasi oleh hak cipta. Kita tidak diperkenankan mendistribusikan kembali, mengotak-atik program, dan software ini tidak disertai dengan kode sumber.
Jenis keempat yang mulai populer adalah open source software. Berbeda dengan jenis software sebelumnya, open source software memberikan kebebasan kepada kita untuk menggunakan, mengubah sesuai dengan kebutuhan, dan medistribusikan kembali, baik software aslinya maupun yang telah kita ubah. Biasanya software yang bersifat open source menyertakan kode sumber dalam pendistribusiannya. Tujuan pembuatan open source software biasanya bukan untuk tujuan komersil, namun lebih ke tujuan sosial bagaimana sebuah software bisa bermanfaat bagi para pengguna. Beberapa contoh open source software misalnya Pidgin, qGo, Inkscape, gimp, dan masih banyak lagi.
Sumber : duniahoror.blogspot.com
Diposting oleh Ay Ue di 22.06 0 komentar
Cara Mendeteksi Virus
Ternyata, komputer bisa terserang virus juga. Sebenarnya virus komputer itu berbentuk apa ya?
Kira-kira, virus komputer itu sama tidak ya dengan virus pada manusia? Lalu apakah virus komputer itu menular?
Kemudian, bagaimana caranya agar komputer kita tidak terinfeksi virus? Ingin tahu jawabannya?
Silahkan baca kelanjutan artikel berikut ini...
Dalam ilmu kedokteran, virus pada makhluk hidup adalah mikro organisme yang tidak dapat
dilihat oleh mikroskop biasa, jadi hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer,
virus yang dimaksud adalah adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk
menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / script ke dalam sebuah file lain. Mirip seperti
virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer,
atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file.
Saat ini banyak virus yang sengaja disebarkan melalui email. Oleh karenanya, jika komputer kita
terhubung langsung ke internet, sebaiknya kita harus memasang antivirus dan upayakan agar selalu ter-update (diperbaharui).
Jenis Virus
Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya,
yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya
untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan
(disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media
tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini
dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap
menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama.
Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas,
yaitu yang dikenal sebagai virus partisi (partition table). Tabel partisi adalah
bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector)
yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan.
Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk
tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.
Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya
dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas,
sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yaitu file yang namanya berakhiran
dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali
menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya.
Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana
program virus akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu yang telah
ditentukan oleh si programmer. "Aksi" ini bisa bermacam-macam, mulai dari
yang ringan seperti menampilkan pesan dan membunyikan speaker,
hingga melakukan perusakan dengan menghapus data, atau bahkan memformat hard disk !
Pada saat penggunaan program berbasis Windows mulai marak dengan aneka macam fitur,
maka kita kembali mengenal satu jenis virus baru, yakni virus macro.
Macro adalah serangkaian perintah, mirip perintah dalam bahasa pemrograman
yang disediakan oleh perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya untuk
menyusun suatu rangkaian pekerjaan tertentu. Rangkaian perintah tersebut akan
dijalankan sekaligus oleh perangkat lunak saat macro dijalankan. Fasilitas macro
berguna untuk memudahkan pengguna dalam melakukan langkah-langkah yang
berurutan dan berulang-ulang. Celakanya, fasilitas ini akhirnya disalahgunakan
oleh tangan-tangan jahil untuk membuat macro yang berisi perintah-perintah
penularan dan bahkan perusakan!
Jenis virus macro yang terkenal adalah virus WordMacro yang khusus dibuat
untuk menginfeksi file data dari perangkat lunak pengolah kata Microsoft Word
(berekstensi .DOC). Virus jenis ini memiliki hingga ribuan varian dengan aneka
macam jenis gangguan. Mulai dari yang hanya menampilkan pesan pada
waktu-waktu tertentu, hingga melakukan perusakan pada file. Virus
WordMacro tergolong memiliki varian paling banyak karena kode-kodenya
yang mudah untuk dimodifikasi. Disamping itu, mempelajari macro pada
MS Word tidaklah sesulit mempelajari bahasa Assembly atau C
(bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk membuat program virus).
Menghindari Ancaman Virus
Sebagai pengguna komputer, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan
untuk menghindari sistem kita dari ancaman virus maupun akibat-akibat buruk
yang ditimbulkannya:
1 Pasang Anti Virus pada sistem komputer.
Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib.
Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup
handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (www.mcafee.com) dan
Norton Anti Virus (www.symantec.com).
2 Update database program anti virus secara teratur.
Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu
meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan.
Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat
program anti virus yang anda gunakan.
3 Berhati-hati sebelum menjalankan file baru.
Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan
sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau menyalin dari orang lain.
Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima
attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang
berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh
untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.
4 Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem komputer.
Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat
melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta
munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi
merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus.
5 Backup data secara teratur.
Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data
kita dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna
apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data
di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut,
kita tidak akan kehilangan seluruh data yang telah dibackup sebelumnya.
Diposting oleh Ay Ue di 22.05 0 komentar
Cara Mendeteksi Virus
Ternyata, komputer bisa terserang virus juga. Sebenarnya virus komputer itu berbentuk apa ya?
Kira-kira, virus komputer itu sama tidak ya dengan virus pada manusia? Lalu apakah virus komputer itu menular?
Kemudian, bagaimana caranya agar komputer kita tidak terinfeksi virus? Ingin tahu jawabannya?
Silahkan baca kelanjutan artikel berikut ini...
Dalam ilmu kedokteran, virus pada makhluk hidup adalah mikro organisme yang tidak dapat
dilihat oleh mikroskop biasa, jadi hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer,
virus yang dimaksud adalah adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk
menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / script ke dalam sebuah file lain. Mirip seperti
virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer,
atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file.
Saat ini banyak virus yang sengaja disebarkan melalui email. Oleh karenanya, jika komputer kita
terhubung langsung ke internet, sebaiknya kita harus memasang antivirus dan upayakan agar selalu ter-update (diperbaharui).
Jenis Virus
Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya,
yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya
untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan
(disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media
tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini
dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap
menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama.
Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas,
yaitu yang dikenal sebagai virus partisi (partition table). Tabel partisi adalah
bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector)
yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan.
Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk
tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.
Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya
dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas,
sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yaitu file yang namanya berakhiran
dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali
menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya.
Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana
program virus akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu yang telah
ditentukan oleh si programmer. "Aksi" ini bisa bermacam-macam, mulai dari
yang ringan seperti menampilkan pesan dan membunyikan speaker,
hingga melakukan perusakan dengan menghapus data, atau bahkan memformat hard disk !
Pada saat penggunaan program berbasis Windows mulai marak dengan aneka macam fitur,
maka kita kembali mengenal satu jenis virus baru, yakni virus macro.
Macro adalah serangkaian perintah, mirip perintah dalam bahasa pemrograman
yang disediakan oleh perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya untuk
menyusun suatu rangkaian pekerjaan tertentu. Rangkaian perintah tersebut akan
dijalankan sekaligus oleh perangkat lunak saat macro dijalankan. Fasilitas macro
berguna untuk memudahkan pengguna dalam melakukan langkah-langkah yang
berurutan dan berulang-ulang. Celakanya, fasilitas ini akhirnya disalahgunakan
oleh tangan-tangan jahil untuk membuat macro yang berisi perintah-perintah
penularan dan bahkan perusakan!
Jenis virus macro yang terkenal adalah virus WordMacro yang khusus dibuat
untuk menginfeksi file data dari perangkat lunak pengolah kata Microsoft Word
(berekstensi .DOC). Virus jenis ini memiliki hingga ribuan varian dengan aneka
macam jenis gangguan. Mulai dari yang hanya menampilkan pesan pada
waktu-waktu tertentu, hingga melakukan perusakan pada file. Virus
WordMacro tergolong memiliki varian paling banyak karena kode-kodenya
yang mudah untuk dimodifikasi. Disamping itu, mempelajari macro pada
MS Word tidaklah sesulit mempelajari bahasa Assembly atau C
(bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk membuat program virus).
Menghindari Ancaman Virus
Sebagai pengguna komputer, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan
untuk menghindari sistem kita dari ancaman virus maupun akibat-akibat buruk
yang ditimbulkannya:
1 Pasang Anti Virus pada sistem komputer.
Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib.
Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup
handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (www.mcafee.com) dan
Norton Anti Virus (www.symantec.com).
2 Update database program anti virus secara teratur.
Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu
meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan.
Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat
program anti virus yang anda gunakan.
3 Berhati-hati sebelum menjalankan file baru.
Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan
sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau menyalin dari orang lain.
Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima
attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang
berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh
untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.
4 Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem komputer.
Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat
melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta
munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi
merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus.
5 Backup data secara teratur.
Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data
kita dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna
apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data
di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut,
kita tidak akan kehilangan seluruh data yang telah dibackup sebelumnya.
Diposting oleh Ay Ue di 22.03 0 komentar
Rabu, 06 Mei 2009
cara menyecan virus
1. Scan PC menggunakan antivirus kita,
- Update antivirus kita
- Disable fungsi System Restore Windows
- Restart, masuk safe mode.
- Scan komputer kita melalui safe mode
- Setelah selesai, restart, dan jangan lupa aktifkan kembali fungsi System Restore Windows
2. Scan PC kita menggunakan antivirus online.
- Disable fungsi System Restore Windows
- Restart, masuk Safe Mode With Networking (agar kita tetap bisa akses inet didalam safe mode)
- Scan menggunakan antivirus online, misalnya: http://security.symantec.com/ (rata2x antivirus online hanya support browser Internet explorer)
- Setelah selesai, restart, dan jangan lupa aktifkan kembali fungsi System Restore Windows
3. Memeriksa secara manual
- Ctrl + Alt + Del (task manager)
- Pada task manager lihat aktivitas mencurigakan dari file2x yang bekerja di background (biasanya berekstensi .dll atau .exe)
- Jika ditemukan, tandai dan cari informasi dimana letak file “tersangka” ini
- Jika sudah didapat, restart, masuk ke Safe Mode.
- Dari safemode hapus file mencurigakan tadi
4. Memeriksa Startup Manager
- Start -> Run -> msconfig
- Pada jendela msconfig kita periksa, file startup mana yang terlihat janggal, disable saja, kalau perlu dihapus (gunakan metode no. 3)
5. Memeriksa System Registry kita
Cara ini yang paling melelahkan, meskipun ada softwarenya, namun jika kita salah menggunakan, bisa fatal akibatnya bagi kestabilan system
Diposting oleh Ay Ue di 22.02 0 komentar
Rabu, 06 Mei 2009
Cara Menangani Virus
Cara Bijak Menangani Virus
Seiring dengan perkembangan jaman, komputer menjadi salah satu kebutuhan primer. Namun, dalam pemenuhan itu ada banyak masalah yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah virus. Ketika membaca atau mendengar kata virus maka seakan-akan kita mendengar BOM! Kita cemas, khawatir dan takut kalau BOM itu meledak. Sama halnya dengan virus, kita cemas, khawatir, dan takut kalau virus itu menyebar kemana-mana. Apalagi kalau virus itu merusak data bahkan program… wah… tambah gawat.
Di dalam tulisan ini saya ingin mengungkapkan sedikit pengetahuan saya mengenai menangani virus pada komputer anda. Bahkan dari virus super ganas sekalipun. Disamping itu, sebetulnya kita tidak bisa mengelak akan kehadiran virus tetapi kita bisa mencegahnya untuk tidak merusak data atau program yang ada di dalam komputer. Virus itu seenakya saja datang tidak diundang, pulang tak diantar. Itulah virus.
Bagi anda yang takut dengan kehadiran virus janganlah takut pada mereka. Mereka boleh datang seenak mereka tetapi kita buat mereka mati langkah. Meski mereka datang tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun. Kalau anda ingin para geng virus mati langkah, saya mempunyai beberapa tips:
1. Matikan Autoplay komputer
Cara mematikan autoplay komputer itu berbeda-beda. Hal ini bergantung windows yang dipakai. Disini saya jelaskan bagaimana mematikan autoplay dengan mengunakan windows XP dan Windows Vista.
Cara mematikan autoplay pada windows XP adalah:
1.Klik Start
2.Klik Run
3.Ketik GPEDIT.MSC
4.Klik OK
5.Double klik user configuration
6.Double klik Administrative Templates
7.Klik System
8.Klik kanan turn off Autoplay
9.Klik Properties
10.Klik Setting
11.Klik Enabled
12.Pilih Turn off Autoplay on All drives
13.Klik OK
Cara mematikan autoplay pada windows Vista adalah:
1.Klik Start
2.Ketik Autoplay
3.Hilangkan centang pada use autoplay all media and devices.
4.Pada Audio CD pilih “take no action”
5.Pada DVD movie pilih “take no action”
6.Pada software and games pilih “take no action”
7.pada pictures pilih “take no action”
8.Pada Audio files pilih “take no action”
9.Pada Mixed content pilih “take no action”
10.Pada Video CD pilih “take no action”
11.Klik Save
Dengan mematikan autoplay maka virus tidak bisa menyebar ke dalam komputer dengan otomatis. Apabila kita tidak mematikan autoplay maka ketika kita memasukkan flash disk atau CD ke dalam komputer, autoplaynya akan berjalan secara otomatis sehingga mengizinkan virus menyebar ke dalam komputer dengan sendirinya meski kita tidak melakukan apapun.
2. Mengubah aplikasi atau data menjadi read only
Supaya aplikasi/program dan data kita aman dari virus, kita rubah attributenya menjadi read only. Dengan mengubah attributenya menjadi read only, maka virus tidak bisa masuk ke dalam applikasi atau data dan merubahnya. Ketika applikasi dan data attributenya adalah read only maka applikasi dan data itu hanya bisa dibaca; tidak bisa ditambahi. Jadi virus hanya bisa membaca dan tidak bisa merusak.
Applikasi dan data eror atau rusak itu disebabkan virus masuk ke applikasi dan data tersebut dan mengacak-acak isi di dalamnya. Mereka tidak hanya mengacak-acak tetapi juga menambahi isinya. Secara otomatis, isinya menjadi tidak karuan dan berantakan. Hal ini yang membuat applikasi dan data tidak bisa bekerja denagn semestinya.
Cara mengubah attribute applikasi adalah kita ketik *.exe pada search. Nanti pada hasil search akan muncul banyak applikasi yang huruf-huruf belakangnya .exe itulah bagian penting suatu applikasi yang harus kita lindungi dan rubah attributenya menjadi read only. Tekan tombol ctrl+A kemudian klik kanan, klik properties, centang read only, dan klik OK. Semua applikasi sudah terlindung. Sedangkan untuk perlindungan data, kita klik kanan pada data tersebut. Kemudian, klik properties, centang read only dan klik OK.
3. Menggunakan Anti virus, yakni Ansav
Eits… jangan suudzon dahulu. Biarkan saya jelaskan dahulu. Sebagus-bagusnya antivirus pasti nanti akan kebobolan virus. Tidak ada anti virus yang sempurna. Saya menyarankan memakai antivirus Ansav karena ada maksudnya, diantaranya adalah:
1. Di dalam Plug in Ansav ada hidden reveal. Ia berfungsi sebagai memunculkan kembali data yang disembunyikan vius atau terkena efek samping dari scan anti virus. Biasanya ketika kita menyecan Flash disk, kemudian ada virus di dalamnya. Kemudian, kita menghilangkan virusnya, kadang-kadang ada efek sampinya yakni data kita tidak nampak/muncul. Ketika kita periksa properties Flash Disk tersebut ternyata ada isinya tetapi pada kenyataannya tidak ada data, gambar, musik, program, dan yang lainnya yang nampak pada Flash Disk. Lha disitulah fungsi Ansav. Kita sembuhkan Flash Disk tersebut dengan Ansav. Caranya adalah sebagai berikut:
- Jalankan Ansav
- Klik Plugins
- Double Klik Hidden Reveal
- Pilih removable media eg: flash disk (kemudian pilih tempat dimana flash yang ingin disembuhkan)
- Klik Start
- setelah selesai Klik Close
2. Supaya kita tifdak dijuluki si tukang ternak virus. Meskipun komputer kita kebal dengan virus, namun di dalamnya mungkin ada banyak virus. Data yang ada di dalam komputer kita ada kemungkinan kita transfer ke komputer lain atau data dari komputer lain, kita transfer ke komputer kita. Pada saat pentransferan dari komputer satu ke komputer yang lain tanpa disadari ada kemungkinan ada transfer virus di dalamnya juga. Jadi ketika ada Flash Disk, MP3, dan sejenisnya masuk ke komputer kita, kita sebaiknya menyecan dahulu. Scan atau tidak adalah pilihan anda. Tetapi nanti kalau anda mendapat julukan si tukang ternak virus bahkan Flash Disk anda diharamkan masuk ke komputer lain gara-gara sarang virus jangan salahkan saya karena saya sudaj menyarankan anda untuk menyecan dahulu.
4. Menginstall Deep Freeze
Salah satu keutamaan Deep Freeze adalah deep freeze akan membuat kondisi komputer kembali (baik data, program, system, dan sebagainya) seperti saat komputer dinyalakan ketika setelah merestart komputer. Keutamaan itulah yang akan kita manfaatkan kali ini. Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa sebagus-bagusnya antivirus pasti akan kebobolan virus juga. Jadi ketika antivirus yang kita gunakan tidak mendetek sebuah virus bahkan samapi antivirus kita kualahan dan bahkan langsung mati dengan sendirinya, kita merestart komputer kita saja, nanti komputer kita akan kembali seperti saat dinyalakan. Tetapi konsekuensinya adalah semua data atau virus akan hilang kalau data atau virus ada setelah komputernya menyala.
Kadang kala kita lupa atau lalai kalau kita sudah menginstall deep freeze kemudian merestart komputer maka hal yang terjadi adalah kita pasti sudah bisa membayangkannya bukan, Untuk menghindari hal itu terjadi maka sebaiknya kita mematikan deep freeze jika tidak dibutuhkan. Kalau ia diperlukan maka kita nyalakan lagi. Misalnya ketika ada Flash Disk ditancapkan ke USB komputer maka kita sebaiknya menyalakan deep freeze. Jaga2 kalau ada virus di dalam Flash Disk tersebut yang tidak bisa ditangani oleh antivirus kita. Bahkan virus tersebut menyebar ke dalam komputer kita. Jika hal ini terjadi maka kita cabut Flash Disk tersebut dan merestart komputer. Kondisi komputer akan kembali seperti saat dinyalakan. Jadi virus-virus tersebut hilang secara otomatis.
Supaya kita bisa memanfaatkan deep freeze sesuai dengan kebutuhan kita, kita harus mengetahui bagaimana caranya mematikan deep freeze atau menyalakan deep freeze. Cara mematikan deep freeze adalah sebagai berikut:
1.Tekan Shift dan Double klik pada icon deep freeze di taskbar
2.Klik Ok
3.Klik Boot Control
4.Pilih Boot thawed
5.Klik Ok
Sedangkan cara menyalakan kembali deep freeze adalah sebagai berikut:
1.Tekan Shift dan Double klik pada icon deep freeze di taskbar
2.Klik Ok
3.Klik Boot Control
4.Pilih Boot Frozen
5.Klik Ok
Semoga tips-tips yang telah saya jelaskan tadi, anda paham dan bermanfaat bagi kita semua. Anda bisa memakai semua tips tesebut atau hanya memakai sebagian. Semuanya terserah anda. Anda sudah mengetahui fungsi dan cara-cara dari tiap tips yang saya jelaskan. Saya ingat kalau ada pepatah mengatakan: No knowledge is complete atau kalimat terkenalnya adalah tidak ada ilmu pengetahuan yang sempurna. Mungkin saja tips-tips itu banyak kekurangannya. Tidak menutup kemungkinan ada banyak tips-tips lain yang lebih sederhana dan baik. Bahkan tips-tips itu hanya bisa dipakai untuk saat ini saja. Mungkin beberapa bulan atau tahun ke depan tips-tips itu tidak bisa digunakan lagi atau tidak manjur karena perkembangan jaman. Namun, kita harus tetap berusaha untuk segala sesuatu. Kata terakhir yang dapat saya ucapkan adalah selamat mencoba! Semoga Sukses! Tetap Semangat! Amin!!!
Diposting oleh Ay Ue di 22.02 0 komentar
Rabu, 06 Mei 2009
Cara Menangani Virus Lokal
Virus ataupun worm yang banyak beredar di Indonesia kebanyakan adalah buatan orang Indo sendiri. Dan kebanyakan jenis serangan yang dilakukan oleh macam-macam virus lokal hampir sama. Tujuan utama dari virus tersebut adalah menggangu (meski banyak juga yang merusak).
Virus lokal sendiri kebanyakan mempunyai ciri ciri (*yang bisa di bilang umum) yaitu:
* Men disable fungsi Run
* Me-lock aplikasi Taskmanager
* Me-lock aplikasi Regedit
* Men disable fungsi Folder Option
* Me-lock Service Manager
* dan me lock fungsi fungsi windows yang lain yang berakibat mengganggu kinerja komputer kita.
Sering sekali komputer di tempat saya bekerja mengalami gangguan karena serangan berbagai macam virus. Bahkan antivirus yang kami gunakan pun yang selalu terupdate setiap minggunya masih tidak dapat mencegah masuknya virus virus tersebut. Selain itu, karena kebanyakan pemakai komputer di kantor saya berkerja banyak yang tidak terlalu mengerti soal komputer (kebanyakan hanya bisa menulis di word dan main game solitaire.. :D). Ok.. lah tidak usah menjelaskan keadaan tempat saya bekerja. Langsung saja saya kasih tau tool tool yang biasa membantu saya dalam membersihkan virus virus yang menginfeksi komputer di kantor saya. Yang mungkin nanti nya tool ini juga bisa membantu anda membersihkan virus di komputer anda... :)
Ini adalah tool tool yang saya gunakan untuk membantu saya membersihkan virus lokal yang telah menginfeksi komputer.
1. Greg Command Shell
Download
Greg command shell adalah tool yang saya gunakan sebagai pengganti command prompt dari waindows, jika saya tidak bisa menggunakan command prompt dari windows karena aplikasi nya telah di lock oleh virus.
2. CurrProcess
Download
CurrProcess ini saya gunakan sebagai pengganti task manager windows. Karena kebanyakan virus lokal juga mendisable aplikasi task manager windows.
3. RegAlyzer
Download
RegAlyzer ini di gunakan sebagai pengganti aplikasi regedit nya windows yang di lock sama virus.
4. Autoruns
Download
Tool Autorun ini, saya gunakan sebagai pengganti aplikasi service manager dan msconfig yang tidak
5. Regmon
Download
Regmon adalah tool yang dapat di gunakan untuk memonitor perubahan pada registry windows anda secara realtime.
6. Free Commander
Download
FreeCommander saya gunakan juga sebagai pengganti windows explorer yang di disable sama virus.
Tool tool diatas sampai saat ini sudah bisa membantu saya untuk menangani berbagai serangan virus lokal. Mungkin bisa juga membantu anda untuk mengatasi gangguan virus pada komputer anda.
Diposting oleh Ay Ue di 22.00 0 komentar


